Minggu, 06 Mei 2012

usaha beternak ayam arab


PROPOSAL USAHA


“Membuka Peternakan Ayam Arab Petelur”



Description: Logo UNP



Diusulkan oleh :

NAMA                        : ADE SAPUTRA
NIM/BP                      : 16421/10
PRODI                        : Pend. Tek. ELEKTRONIKA



Universitas Negeri Padang
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta, tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas. Hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan ayam arab. Saat ini banyak sekali orang yang membutuhkan telur ayam arab.
Adapun analisis SWOT yang  dalam  usaha bisnis budidaya ayam Arab petelur ini yaitu:
1.      Strengths (Kekuatan)
v  Memiliki perencanaan yang kuat dan terstruktur
v  Memiliki Lahan yang strategis
v  Tingkat Produksi telur Ayam Arab lebih banyak dibanding  ayam kampung lainnya.
v  Adaptasi ayam Arab petelur terhadap cekaman lingkunan   lebih baik dibanding ayam Ras
v  Kualitas telur ayam Arab Petelur lebih baik dibanding telur ayam Ras.

2.       Weaknesses (Kelemahan)
v  Permintaan komsumen akan telur ayam kampung belum bisa terpuaskan
v  Harga Obat-obatan dan vaksin yang mahal

3.      Opportunities (Peluang)
v  Persaingan Usaha yang belum banyak
v  Pemasaran yang  luas  karena kompetitor yang belum sanggup memenuhi permintaan customer
v  Permintaan Masyarakat akan telur ayam kampung semakin meningkat

4.      Threats (Ancaman)
v  Adanya pemilik modal yang akan mendahului usaha beternak ayam Arab petelur.
v  Masuknya pesaing baru
v  Wabah penyakit yang timbul
v  Telur yang didatangkan dari daerah-daerah lain dalam jumlah yang banyak

B.     Perumusan Masalah
Prospek usaha beternak ayam arab di daerah Pulutan, kec. Harau, kab. Lima puluh kota mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari potensi pemeliharaan dan jumlah pesaing yang hanya sedikit.

C.    Tujuan Program
Tujuan dari  kegiatan wirausaha beternak ayam arab, adalah:
Ø  Dapat melakukan wirausaha beternak ayam arab dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat, seperti:
Ø  Dapat memenuhi pasokan telur dan daging ayam arab sesuai dengan kebutuhan.
Ø  Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
Ø  Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
Ø  Dapat menjalankan kelangsungan usaha semestinya dan mengembangkannya.
Ø  Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan menambah pendapatan penulis.
BAB II
RENCANA WIRAUSAHA BETERNAK AYAM ARAB

A.    Lokasi Wirausaha Beternak Ayam Arab
Lokasi wirausaha yang akan dibangun adalah:
Tempat            : Padang Tinggi, jor.Pulutan, kenag.Koto Tuo, kec.Harau, kab.Lima Puluh Kota
Areal               : Ladang sewa
Alasan             : tempat begitu nyaman untuk usaha beternak ayam arab, dan tidak mengganggu lingkungan pemukiman masyarakat setempat.

B.     Metode Pemasaran
1.      Wilayah Pemasaran
Wilayah pemasaran dari ayam arab ini biasanya dilakukan ke daerah Pekanbaru, Jambi, Palembang, bahkan hampr merata di pulau sumatera hingga pulau Jawa.
2.      Sasaran Konsumen
v  Agen
Pemasaran telur ayam arab saat ini tidak sulit, karena sudah ada agen yang menampung pasokan telur ayam arab. Merekalah yang membawa telur ini ke daerah luar seperti pekanbaru, jambi, Palembang dan sebagainya.

v  Warung Makan/Restoran dan Café
Pemasaran juga dapat dilakukan kerjasama dengan warung makan dan café. Mereka sangat membutuhkan pasokan telur ayam arab untuk dijadikan sebagai bahan utama masakan, makanan dan minuman hangat.

v  Masyarakat Setempat
Bagi masyarakat setempat (berada sekitar lokasi peternakan) yang menginginkan telur ayam arab segar dapat secara langsung membeli di peternakan.


3.      Strategi Pemasaran
            Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu dengan menjalin kerja sama dengan agen yang saling menguntungkan. Dalam hal ini, agen dapat memperoleh telur dengan mudah dan harga yang lebih murah sedangkan pihak peternak keuntungan yang diperoleh yaitu adanya kemudahan dalam memasarkan hasil produksi telurnya.
            Disamping itu, strategi lain yang akan dilakukan yaitu dengan mendistribusikan secara langsung ke konsumen, dengan mendatangi Warung makan dan café yang telah berlangganan serta mengantarkan ke komsumen jika ada yang memesan. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas diantara kedua belah pihak (Produsen dan Komsumen).
4.      Saingan Usaha
Usaha budidaya ayam Arab petelur di daerah Pulutan, kec. Harau, kab. Lima puluh kota umumnya masih terbilang sedikit. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat setempat mengenai budidaya tetnak  ayam petelur dan banyak pemilik modal besar yang merasa takut untuk mulai mencoba budidaya ayam petelur. Dengan demikian hanya sebagian kecil saja masyarakat setempat yang memberikan perhatian khusus dan keberanian untuk mencoba beternak ayam petelur. Sehingga tingkat persaingan  budidaya ayam Petelur di daerah ini masih sedikit

C.    Metode pelaksanaan program
Berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka dalam kegiatan ini dibutuhkan tahapan-tahapan penyelesaian pada usaha kecil, sasaran secara operasional adalah sebagai berikut :

1.      Penyiapan sarana dan perlengkapan
a.       Perkandangan
Kandang yang digunakan adalah jenis kandang Kandang Bateray, merupakan kandang yang berbentuk sangkar empat persegi panjang yang disusun berderet-deret memanjang bertingkat dua ataupun bertingkat tiga, dan setiap sangkar (ruangan) hanya menampung satu ekor ayam. Lantai kandang merupakan bilah-bilah bambu ataupun kawat yang disusun tidak rapat agar kotoran ayam dapat langsung jatuh ke tanah. Ukuran luas sangkar kandang untuk satu ekor ayam adalah panjang 45 cm, lebar 25 – 30 cm dan tinggi 40 – 45 cm. Pintu kandang terletak di bagian muka, pada sisi yang berukuran 40 – 45 cm x 25 30 cm. Model kandang ini paling sesuai dengan dan efektif untuk daerah tropis yang panas dan lembab seperti di Indonesia, serta cocok untuk lahan yang sempit.
Beberapa keuntungan kandang model ini adalah sebagai berikut.
Ø  Lebih menghemat tempat dan dapat dibuat bertingkat.
Ø  Produktivitas masing-masing ayam mudah diketahui.
Ø  Pengawasan kesehatan ayam lebih terjamin.
Ø  Penyebaran atau penularan penyakit secara luas dapat dicegah.
Ø  Energi yang dikeluarkan lebih sedikit, sehingga ayam dapat berproduksi maksimal.
Ø  Mencegah kerusakan telur dari pematukan.
Ø  Mencegah terjadinya kanibalisme.
Ø  Memudahkan pemeliharaan seperti pemberian pakan, minum dan lain-lain.
Ø  Memudahkan dalam pengambilan telur.

b.      Penyiapan Bibit
Dalam penyiapan bibit (anak) ayam arab berbeda dengan penyiapan bibit ayam ras. Pada ayam ras anak yang dijual oleh agen sudah dipisahkan antara yang jantan dan betina. Karena ayam ras sudah dapat dibedakan antara yang jantan dan betina semenjak menetas. Akan tetapi pada ayam arab tidak demikian. Anak ayam arab yang ada didalam kotak (usia 2-3 hari) masih bercampur antara yang jantan dan betina. Karena ayam arab dapat dibedakan antara yang jantan dan betina apabila sudah berumur 25 hari.
Jika dalam pemeliharaan diinginkan 1000 ekor ayam arab betina, maka anak yang harus dipesan adalah sebanyak 2000 ekor, karena perbandingan antara jantan dan betina biasanya 50 : 50.
c.       Pemeliharaan
Anak ayam arab yang berusia 2-3 hari pertama harus dipelihara didalam suatu kandang yang cukup besar secara bersama-sama, tapi sebelumnya harus diberikan vaksin terlebih dahulu. Kemudian di dalam kandang diberikan penghangat tambahan. Biasanya penghangat itu yang digunakan adalah lampu (pada siang hari) dan ditambah dengan kompor pada malam hari. Ini dilakukan sampai anak ayam arab mulai tumbuh sayapnya, yaitu pada usia satu minggu.
Setelah usia satu minggu pemanas tersebut di angkat dan masih dipelihara didalam kandang tersebut  hingga usia 2 bulan. Pada usia ini ayam yang jantan sudah siap untuk di jual. Berat rata-rata ayam arab jantan pada usia ini adalah adalah 8 ons.
Kemudian pada saat ini ayam betina sudah bisa dipindahkan kedalam kandang Bateray. Ayam mulaibertelur pada usia 5 bulan, tapi masih dalam jumlah satu-satu. Ayam ini mulai merata bertelur pada usia 6 bulan. Masa produktif ayam arab hingga berumur 2 tahun, dan kemudian siap dijual kembali. Ayam arab betina usia 2 tahun rata-rata beratnya adalah 1,8 Kg.
d.      Pemberian Makanan
Beberapa pengalaman pemelihara ayam Arab, bahwa pemberian pakan campuran dedak, jagung dan konsentrat dengan perbandingan 1 : 2 : 3 dapat menghasilkan produksi 70-80% selama 2 tahun. Produktivitas ayam Arab menurun dengan bertambahnya umur ayam.
Ayam Arab termasuk jenis petelur tipe ringan dibawah 1880 gr per ekor.  Konsumsi pakan umumnya maksimal 100 gr/ekor/hari.  Dengan adanya batasan pemberian ransum ini maka sebaiknya penyusunan ransum yang tepat sesuai kebutuhan karena kelebihan ransum dapat menyebabkan ayam menjadi gemuk dan menurunkan produksi telur,    (Wahyu, 1988).
Ransum yang dikonsumsi oleh unggas harus dapat memenuhi segala kebutuhan unsur-unsur gizi utama dan pra utama bagi unggas, sehingga menghasilkan produksi yang optimal. Produksi yang optimal dikaitkan dengan prinsip ekonomis dan teknis peternakan.  Produksi yang optimal dimana produksi telur dapat memberikan tingkat manfaat semaksimal mungkin kepada peternak. Ransum untuk ayam berproduksi pada komposisi yang baik adalah dengan kandungan protein 17% dan energinya 2850 kkal/kg; akan menghasilkan produksi telur yang baik untuk daerah tropis (Rasyaf, 1995).  Perhitungan kandungan ransum dapat dilakukan secara sederhana dengan membandingkan jumlah komposisi antara pakan sumber protein dan sumber karbohidrat.  Jika ransum yang tersedia hanya dedak dan konsentrat (pabrik) maka komposisi 3 : 1 sudah mendekati kandungan nutrisi (protein dan energi) di atas.
Dalam manajemen pemeliharaan, yang perlu diperhatikan adalah kandungan nutrisi pakan, karena ini akan mempengaruhi produktivitas telur.  Pakan dengan kandungan protein yang rendah (di bawah jumlah kebutuhannya) menyebabkan ayam tidak bertelur.  Penurunan produktivitas bisa mencapai 50%, hal ini sangat merugikan bagi usaha ternak.  Sebagai ayam petelur, ayam Arab cukup sensitif terhadap respon pakan, jika hanya diberi dedak saja, produktivitas telur hanya tercapai sekitar 10-15%.  Jika terus menerus demikian ayam-ayam kemudian tidak dapat menghasilkan telur.  Untuk memulihkan kondisinya membutuhkan waktu kurang lebih 1 minggu, perbaikan pemberian pakan baru akan memberikan dampak produksi, yaitu ayam-ayam akan bertelur kembali.
e.       Pengangkutan
Jasa pengangkutan juga sangat dibutuhkan dalam usaha ini, sehingga diperlukan adanya dana ekstra untuk pengangkutan. Hal ini diperlukan untuk membawa makanan ke kandang, dan juga untuk membawa hasil produksi pada konsumen.
2.      Ketentuan Pemeliharaan
Dalam pelaksanaan usaha ini mengingat penulis juga seorang mahasiswa, maka dibutuhkan juga seorang tenaga tambahan (karyawan) yang mengontrol 2 kali sehari peternakan ayam. Pengontrolah harus dilakukan dengan teratur, yaitu pagi hari jam 09.00 dan pada sore hari jam 15.00.
Karena jenis usaha ini merupakan usaha sampingan, maka karyawan biasanya dihargai upah sebesar Rp.10,-/ekor ayam/hari.


D.    Analisis Ekonomi Budidaya
Untuk dapat menjalankan kegiatan wirausaha beternak ayam arab ini diperlukan biaya atau sejumlah dana (modal). Setelah melihat langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha dan memperkirakan sejumlah taksasi dana yang akan diperlukan, maka wirausaha beternak ayam arab dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran biaya sebagai berikut :

Investasi Sarana
v  Sewa Lahan                                                                            : Rp. 5,000,000
v  Kandang                                                                                 : Rp. 15,000,000
v  Alat/perlengkapan kandang                                                    : Rp. 400,000
Total investasi = Rp. 20,400,000
Biaya Operasional Awal 1
v  Bibit umur 2-3hari 2000 ekor  x Rp. 5000                              : Rp.10.000.000
v  Pakan  hingga usia 2 bulan                                                      : Rp.23.340.000
v  Obat dan vaksin                                                                      : Rp.2.000.000
Total = Rp. 35,340,000
Penjualan ayam jantan 95% dari jantan
Penjualan = 95% x 1000 x 0,8 Kg x Rp.22,000 = Rp. 16,720,000
Biaya Operasional Awa 2
v  Pakan hingga 4 bulan                                                              : Rp.23.350.000
 

Total = Rp. 23,350,000

Biaya Operasional Lanjutan

v  Pakan 100 kg per hari x Rp 3200 / kg x 30 x 18                     : Rp. 172,800,000
v  Biaya pengangkutan + perawatan                                           : Rp. 500,000
v  Gaji karyawan Rp.10,- x 1000 x 30 x 18                                : Rp. 5,400,000
v  Pengangkutan                                                                         : Rp. 2,000,000
 

Total : Rp. 180,700,000

Total Biaya Operasional Rp. 239,390,000.

Total Pengeluaran (Investasi Sarana +­ Total Biaya Operasional)     Rp.259,390,000

Hasil Penjualan
(ayam produktif 80% x 1000 = 800 ekor)
Hasil telur 800 x Rp.1000 x 30 x 18                                       : Rp. 432,000,000
 

hasil penjualan telur Rp. 432,000,000

penjualan betina (yang hidup 95% = 950 ekor)
penjualan = 950 x 1,8 Kg x Rp. 22,000 = Rp. 37,620,000

Total Penjualan = penjualan jantan + penjualan telur + penjualan betina
Total = Rp. 16,720,000 + Rp. 432,000,000 + Rp. 37,620,000
Total = Rp. 486,340,000

KEUNTUNGAN USAHA

Hasil penjualan – total pengeluaran                                    : Rp. 486,340,000
                                                                                                                                                                                                                                    : Rp.259,390,000
 

: Rp. 226,950,000

Untung / bln = Rp. 226,950,000 : 24 =                                 Rp. 9,456,250

Untuk dana awal, pengeluaran yang harus dipenuhi hanya sampai ayam arab berumur 6 bulan, karena setelah umur 6 bulan ayam arab sudah bisa mendanai untuk pangannya sendiri. Sehingga dari perencanaan anggaran diatas, kita dapat menganalisa untuk dana perencanaan awal mulai membuka usaha ini adalah sebagai berikut:

Modal awal = Investasi sarana + biaya operasional awal 1 + biaya operasional awal 2
Modal awal =  Rp. 20,400,000 + Rp. 35,340,000 + Rp. 23,350,000
Modal awal = Rp. 79,090,000














BAB III
PENUTUP

Penulis berharap tulisan proposal ini dapat diwujudkan nantinya serta dapat memberikan manfaat bagi pembaca lainnya guna menambah pengetahuan tentang beternak burung puyuh.
Penulis juga mengakui banyak kekurangan dalam pembuatan proposal ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan dari pembaca, guna unutuk perbaikan ke depan.
Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak yang mengajarkan Kewirausahaan, karena telah membantu mahasiswa untuk memiliki atau memikirkan suatu prospek usaha ke depan yang mampu diciptakan mahasiswa itu sendiri serta teman-teman yang telah membantu penulis dalam membuat proposal ini.