usaha beternak ayam arab
PROPOSAL USAHA
“Membuka
Peternakan Ayam Arab Petelur”

Diusulkan oleh :
NAMA :
ADE SAPUTRA
NIM/BP :
16421/10
PRODI :
Pend. Tek. ELEKTRONIKA
Universitas
Negeri Padang
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup
sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi
pemerintahan atau swasta, tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas.
Hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi
ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena
manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon
tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca
peluang serta pandai memanfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan
tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya
jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar
kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan ayam
arab. Saat ini banyak sekali orang yang membutuhkan telur ayam arab.
Adapun analisis SWOT yang dalam usaha bisnis
budidaya ayam Arab petelur ini yaitu:
1. Strengths (Kekuatan)
v Memiliki perencanaan yang kuat dan
terstruktur
v Memiliki Lahan yang strategis
v Tingkat Produksi telur Ayam Arab
lebih banyak dibanding ayam kampung lainnya.
v Adaptasi ayam Arab petelur terhadap
cekaman lingkunan lebih baik dibanding ayam Ras
v Kualitas telur
ayam Arab Petelur lebih baik dibanding telur ayam Ras.
2. Weaknesses (Kelemahan)
v Permintaan komsumen akan telur ayam
kampung belum bisa terpuaskan
v Harga Obat-obatan dan vaksin yang
mahal
3. Opportunities (Peluang)
v Persaingan Usaha yang belum banyak
v Pemasaran yang luas karena
kompetitor yang belum sanggup memenuhi permintaan customer
v Permintaan Masyarakat akan telur
ayam kampung semakin meningkat
4. Threats (Ancaman)
v Adanya pemilik modal yang akan
mendahului usaha beternak ayam Arab petelur.
v Masuknya pesaing baru
v Wabah penyakit yang timbul
v Telur yang didatangkan dari
daerah-daerah lain dalam jumlah yang banyak
B.
Perumusan
Masalah
Prospek
usaha beternak ayam arab di daerah Pulutan, kec. Harau, kab. Lima puluh kota
mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari potensi pemeliharaan dan
jumlah pesaing yang hanya sedikit.
C. Tujuan
Program
Tujuan dari kegiatan wirausaha beternak
ayam arab, adalah:
Ø
Dapat
melakukan wirausaha beternak ayam arab dengan baik dan memberikan manfaat yang
besar bagi kehidupan masyarakat, seperti:
Ø
Dapat
memenuhi pasokan telur dan daging ayam arab sesuai dengan kebutuhan.
Ø
Bulunya
sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
Ø
Kotorannya
sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk
tanaman.
Ø
Dapat
menjalankan kelangsungan usaha semestinya dan mengembangkannya.
Ø Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan
pengalaman dan menambah pendapatan penulis.
BAB
II
RENCANA
WIRAUSAHA BETERNAK AYAM ARAB
A.
Lokasi
Wirausaha Beternak Ayam Arab
Lokasi
wirausaha yang akan dibangun adalah:
Tempat : Padang Tinggi, jor.Pulutan,
kenag.Koto Tuo, kec.Harau, kab.Lima Puluh Kota
Areal : Ladang sewa
Alasan : tempat begitu nyaman untuk usaha
beternak ayam arab, dan tidak mengganggu lingkungan pemukiman masyarakat
setempat.
B.
Metode
Pemasaran
1. Wilayah
Pemasaran
Wilayah pemasaran dari ayam arab ini biasanya
dilakukan ke daerah Pekanbaru, Jambi, Palembang, bahkan hampr merata di pulau
sumatera hingga pulau Jawa.
2. Sasaran
Konsumen
v Agen
Pemasaran telur ayam arab saat ini tidak sulit, karena sudah
ada agen yang menampung pasokan telur ayam arab. Merekalah yang membawa telur
ini ke daerah luar seperti pekanbaru, jambi, Palembang dan sebagainya.
v Warung Makan/Restoran dan Café
Pemasaran juga dapat dilakukan kerjasama dengan warung makan
dan café. Mereka sangat membutuhkan pasokan telur ayam arab untuk dijadikan
sebagai bahan utama masakan, makanan dan minuman hangat.
v Masyarakat Setempat
Bagi masyarakat setempat (berada sekitar lokasi peternakan)
yang menginginkan telur ayam arab segar dapat secara langsung membeli di
peternakan.
3. Strategi
Pemasaran
Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu dengan menjalin kerja sama dengan agen yang
saling menguntungkan. Dalam hal ini, agen dapat memperoleh telur dengan mudah
dan harga yang lebih murah sedangkan pihak peternak keuntungan yang diperoleh
yaitu adanya kemudahan dalam memasarkan hasil produksi telurnya.
Disamping itu, strategi lain yang akan dilakukan yaitu dengan mendistribusikan
secara langsung ke konsumen, dengan mendatangi Warung makan dan café yang telah
berlangganan serta mengantarkan ke komsumen jika ada yang memesan. Hal ini
dilakukan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas diantara kedua
belah pihak (Produsen dan Komsumen).
4. Saingan
Usaha
Usaha
budidaya ayam Arab petelur di daerah Pulutan, kec. Harau,
kab. Lima puluh kota umumnya masih terbilang sedikit. Hal ini disebabkan kurangnya
pengetahuan masyarakat setempat mengenai budidaya tetnak ayam petelur dan
banyak pemilik modal besar yang merasa takut untuk mulai mencoba budidaya ayam
petelur. Dengan demikian hanya sebagian kecil saja masyarakat setempat yang
memberikan perhatian khusus dan keberanian untuk mencoba beternak ayam petelur.
Sehingga tingkat persaingan budidaya ayam Petelur di daerah ini masih
sedikit
C.
Metode
pelaksanaan program
Berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka dalam kegiatan
ini dibutuhkan tahapan-tahapan penyelesaian pada usaha kecil, sasaran secara
operasional adalah sebagai berikut :
1.
Penyiapan
sarana dan perlengkapan
a. Perkandangan
Kandang yang digunakan adalah jenis kandang Kandang Bateray, merupakan kandang yang
berbentuk sangkar empat persegi panjang yang disusun berderet-deret memanjang
bertingkat dua ataupun bertingkat tiga, dan setiap sangkar (ruangan) hanya
menampung satu ekor ayam. Lantai kandang merupakan bilah-bilah bambu ataupun
kawat yang disusun tidak rapat agar kotoran ayam dapat langsung jatuh ke tanah.
Ukuran luas sangkar kandang untuk satu ekor ayam adalah panjang 45 cm, lebar 25
– 30 cm dan tinggi 40 – 45 cm. Pintu kandang terletak di bagian muka, pada sisi
yang berukuran 40 – 45 cm x 25 30 cm. Model kandang ini paling sesuai dengan dan
efektif untuk daerah tropis yang panas dan lembab seperti di Indonesia, serta
cocok untuk lahan yang sempit.
Beberapa keuntungan
kandang model ini adalah sebagai berikut.
Ø Lebih menghemat tempat
dan dapat dibuat bertingkat.
Ø Produktivitas
masing-masing ayam mudah diketahui.
Ø Pengawasan kesehatan
ayam lebih terjamin.
Ø Penyebaran atau
penularan penyakit secara luas dapat dicegah.
Ø Energi yang dikeluarkan
lebih sedikit, sehingga ayam dapat berproduksi maksimal.
Ø Mencegah kerusakan telur
dari pematukan.
Ø Mencegah terjadinya
kanibalisme.
Ø Memudahkan pemeliharaan
seperti pemberian pakan, minum dan lain-lain.
Ø Memudahkan dalam
pengambilan telur.
b. Penyiapan
Bibit
Dalam penyiapan bibit (anak) ayam arab berbeda
dengan penyiapan bibit ayam ras. Pada ayam ras anak yang dijual oleh agen sudah
dipisahkan antara yang jantan dan betina. Karena ayam ras sudah dapat dibedakan
antara yang jantan dan betina semenjak menetas. Akan tetapi pada ayam arab
tidak demikian. Anak ayam arab yang ada didalam kotak (usia 2-3 hari) masih
bercampur antara yang jantan dan betina. Karena ayam arab dapat dibedakan
antara yang jantan dan betina apabila sudah berumur 25 hari.
Jika dalam pemeliharaan diinginkan 1000 ekor ayam
arab betina, maka anak yang harus dipesan adalah sebanyak 2000 ekor, karena
perbandingan antara jantan dan betina biasanya 50 : 50.
c. Pemeliharaan
Anak ayam arab yang berusia 2-3 hari pertama harus
dipelihara didalam suatu kandang yang cukup besar secara bersama-sama, tapi
sebelumnya harus diberikan vaksin terlebih dahulu. Kemudian di dalam kandang
diberikan penghangat tambahan. Biasanya penghangat itu yang digunakan adalah
lampu (pada siang hari) dan ditambah dengan kompor pada malam hari. Ini
dilakukan sampai anak ayam arab mulai tumbuh sayapnya, yaitu pada usia satu
minggu.
Setelah usia satu minggu pemanas tersebut di angkat
dan masih dipelihara didalam kandang tersebut
hingga usia 2 bulan. Pada usia ini ayam yang jantan sudah siap untuk di
jual. Berat rata-rata ayam arab jantan pada usia ini adalah adalah 8 ons.
Kemudian pada saat ini ayam betina sudah bisa
dipindahkan kedalam kandang Bateray. Ayam mulaibertelur pada usia 5 bulan, tapi
masih dalam jumlah satu-satu. Ayam ini mulai merata bertelur pada usia 6 bulan.
Masa produktif ayam arab hingga berumur 2 tahun, dan kemudian siap dijual
kembali. Ayam arab betina usia 2 tahun rata-rata beratnya adalah 1,8 Kg.
d. Pemberian
Makanan
Beberapa pengalaman pemelihara ayam Arab, bahwa
pemberian pakan campuran dedak, jagung dan konsentrat dengan perbandingan 1 : 2
: 3 dapat menghasilkan produksi 70-80% selama 2 tahun. Produktivitas ayam Arab
menurun dengan bertambahnya umur ayam.
Ayam Arab termasuk jenis petelur tipe ringan dibawah
1880 gr per ekor. Konsumsi pakan umumnya maksimal 100 gr/ekor/hari.
Dengan adanya batasan pemberian ransum ini maka sebaiknya penyusunan ransum
yang tepat sesuai kebutuhan karena kelebihan ransum dapat menyebabkan ayam
menjadi gemuk dan menurunkan produksi telur, (Wahyu, 1988).
Ransum yang dikonsumsi oleh unggas harus dapat
memenuhi segala kebutuhan unsur-unsur gizi utama dan pra utama bagi unggas,
sehingga menghasilkan produksi yang optimal. Produksi yang optimal dikaitkan
dengan prinsip ekonomis dan teknis peternakan. Produksi yang optimal
dimana produksi telur dapat memberikan tingkat manfaat semaksimal mungkin kepada
peternak. Ransum untuk ayam berproduksi pada komposisi yang baik adalah dengan
kandungan protein 17% dan energinya 2850 kkal/kg; akan menghasilkan produksi
telur yang baik untuk daerah tropis (Rasyaf, 1995). Perhitungan kandungan
ransum dapat dilakukan secara sederhana dengan membandingkan jumlah komposisi
antara pakan sumber protein dan sumber karbohidrat. Jika ransum yang
tersedia hanya dedak dan konsentrat (pabrik) maka komposisi 3 : 1 sudah
mendekati kandungan nutrisi (protein dan energi) di atas.
Dalam manajemen pemeliharaan, yang perlu
diperhatikan adalah kandungan nutrisi pakan, karena ini akan mempengaruhi
produktivitas telur. Pakan dengan kandungan protein yang rendah (di bawah
jumlah kebutuhannya) menyebabkan ayam tidak bertelur. Penurunan
produktivitas bisa mencapai 50%, hal ini sangat merugikan bagi usaha
ternak. Sebagai ayam petelur, ayam Arab cukup sensitif terhadap respon
pakan, jika hanya diberi dedak saja, produktivitas telur hanya tercapai sekitar
10-15%. Jika terus menerus demikian ayam-ayam kemudian tidak dapat
menghasilkan telur. Untuk memulihkan kondisinya membutuhkan waktu kurang
lebih 1 minggu, perbaikan pemberian pakan baru akan memberikan dampak produksi,
yaitu ayam-ayam akan bertelur kembali.
e. Pengangkutan
Jasa pengangkutan juga sangat dibutuhkan dalam usaha
ini, sehingga diperlukan adanya dana ekstra untuk pengangkutan. Hal ini
diperlukan untuk membawa makanan ke kandang, dan juga untuk membawa hasil
produksi pada konsumen.
2.
Ketentuan
Pemeliharaan
Dalam
pelaksanaan usaha ini mengingat penulis juga seorang mahasiswa, maka dibutuhkan
juga seorang tenaga tambahan (karyawan) yang mengontrol 2 kali sehari
peternakan ayam. Pengontrolah harus dilakukan dengan teratur, yaitu pagi hari
jam 09.00 dan pada sore hari jam 15.00.
Karena
jenis usaha ini merupakan usaha sampingan, maka karyawan biasanya dihargai upah
sebesar Rp.10,-/ekor ayam/hari.
D.
Analisis
Ekonomi Budidaya
Untuk dapat menjalankan kegiatan wirausaha beternak ayam arab ini
diperlukan biaya atau sejumlah dana (modal). Setelah melihat langkah-langkah
dalam konsep dasar berusaha dan memperkirakan sejumlah taksasi dana yang akan
diperlukan, maka wirausaha beternak ayam arab dapat dimulai dengan kalkulasi
anggaran biaya sebagai berikut :
Investasi Sarana
v Sewa
Lahan :
Rp. 5,000,000
v Kandang
:
Rp. 15,000,000
v Alat/perlengkapan
kandang :
Rp. 400,000
Total
investasi = Rp. 20,400,000
Biaya
Operasional Awal 1
v Bibit
umur 2-3hari 2000 ekor x Rp. 5000 : Rp.10.000.000
v Pakan hingga usia 2 bulan : Rp.23.340.000
v
Obat
dan vaksin :
Rp.2.000.000
Total
= Rp. 35,340,000
Penjualan
ayam jantan 95% dari jantan
Penjualan
= 95% x 1000 x 0,8 Kg x Rp.22,000 = Rp. 16,720,000
Biaya
Operasional Awa 2
v Pakan
hingga 4 bulan : Rp.23.350.000
Total = Rp. 23,350,000
Biaya
Operasional Lanjutan
v Pakan
100 kg per hari x Rp 3200 / kg x 30 x 18 :
Rp. 172,800,000
v Biaya
pengangkutan + perawatan :
Rp. 500,000
v Gaji
karyawan Rp.10,- x 1000 x 30 x 18 :
Rp. 5,400,000
v Pengangkutan :
Rp. 2,000,000
Total
: Rp. 180,700,000
Total Biaya
Operasional Rp. 239,390,000.
Total Pengeluaran (Investasi
Sarana + Total Biaya Operasional) Rp.259,390,000
Hasil Penjualan
(ayam
produktif 80% x 1000 = 800 ekor)
Hasil
telur 800 x Rp.1000 x 30 x 18 : Rp. 432,000,000
hasil
penjualan telur Rp. 432,000,000
penjualan
betina (yang hidup 95% = 950 ekor)
penjualan
= 950 x 1,8 Kg x Rp. 22,000 = Rp. 37,620,000
Total
Penjualan = penjualan jantan + penjualan telur + penjualan betina
Total
=
Rp. 16,720,000 + Rp. 432,000,000 + Rp.
37,620,000
Total
= Rp. 486,340,000
KEUNTUNGAN USAHA
Hasil penjualan – total
pengeluaran :
Rp.
486,340,000
: Rp.259,390,000
: Rp. 226,950,000
Untung / bln = Rp.
226,950,000 : 24 = Rp. 9,456,250
Untuk dana awal, pengeluaran yang harus dipenuhi
hanya sampai ayam arab berumur 6 bulan, karena setelah umur 6 bulan ayam arab
sudah bisa mendanai untuk pangannya sendiri. Sehingga dari perencanaan anggaran
diatas, kita dapat menganalisa untuk dana perencanaan awal mulai membuka usaha
ini adalah sebagai berikut:
Modal awal =
Investasi sarana + biaya operasional awal 1 + biaya operasional awal 2
Modal awal
= Rp. 20,400,000 + Rp. 35,340,000 + Rp. 23,350,000
Modal awal = Rp. 79,090,000
BAB III
PENUTUP
Penulis berharap tulisan proposal ini dapat diwujudkan
nantinya serta dapat memberikan manfaat bagi pembaca lainnya guna menambah
pengetahuan tentang beternak burung puyuh.
Penulis juga mengakui banyak kekurangan dalam
pembuatan proposal ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan
dari pembaca, guna unutuk perbaikan ke depan.
Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada
bapak yang mengajarkan Kewirausahaan, karena telah membantu mahasiswa untuk
memiliki atau memikirkan suatu prospek usaha ke depan yang mampu diciptakan
mahasiswa itu sendiri serta teman-teman yang telah membantu penulis dalam
membuat proposal ini.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda